Pada
masa kerajaan, Aru biasa dipersembahkan kepada raja, atau dari pemimpin pasukan
kepada panglimanya, dari bangsawan kepada rajanya. Aru biasa juga
dipersembahkan dihadapan pemimpin tamu atau raja / karaeng yang datang sebagai
raja atau pemimpin sahabat atau pemimpin / raja yang lebih tinggi kedudukannya. Orang
yang melakukan Aru disebut Angngaru’ (dibaca : ang - nga - ru’) berarti
bersumpah, berikrar, menyatakan kesetiaan.
Teks Aru/Angngaru
Karaengku ! Kipamopporammak jaidudu karaeng !
ri dallekang lakbirina, ri empoang matinggina ;
ri sakri karatuanna, satuli-tuli kanangku karaeng ;
panngainna laherekku, pappattojenna batengku ;
beranjak kunipatekbak, pangkuluk kunisoeang ;
Ikatte anging karaeng, na ikambe lekok kayu ;
Ikatte jeknek karaeng, na ikambe batang mammanyuk ;
Ikatte jarung karaeng, na ikambe bannang panjaik.
Irikko anging, na marunang lekok kayu ;
Solongkok jeknek, namammanyuk batang kayu ;
tekleko jarung, namminawang bannang panjaik;
makkanamaki mae, na ikambe manggaukang.
Mannyakbuk mamakik mae, na ikamba mappajarik ;
punna sallang takammaya, aruku ri dallekanta ;
pangka jerakku, tinraki bate onjokku ;
pinra arengku, piassalak jari-jariku.
Pauangi ri anak riboko, pasangi ri anak tanjari ;
tumakkanaya, na taenna napparukpa ;
sikammaji anne aruku ri dallekanta karaeng ;
dasi na dasi nanitarima paknganroku ;
Karena Allah Ta’ala ! Amin,
Artinya :
Karaengku !
(Sebutan untuk Raja / Pemimpin)
Maafkan hamba
di depan kemulian tuan, yang tinggi dan agung
Inilah yang
sebenarnya ucapanku, Karaeng ;
Apa yang
diinginkan lahiriahku, yang diyakini hatiku.
Parang yang
kupakai menebas, Senjata yang kupakai mengayung.
Engkaulah
angin dan kami adalah dedaunan kayu,
Engkaulah air,
dan kami batang yang hanyut
Engkaulah
jarum, dan kami benang yang dipakai menjahit.
Bergeraklah
angin dan kami akan mengikutimu.
Mengalirlah
air, dan kami akan mengikutimu
Masukkanlah
jarum, dan kami akan mengikutimu.
Memerintahlah
Karaeng, dan kami akan mengerjakannya
Menyebutlah
Karaeng, biarkan kami yang menentukannya.
Jika kelak
dikemudian hari, jika kusalahi ikrarku dihadapan Tuan
Bongkar
kuburanku, jangan lihat bekas kakiku
Ubah namaku,
pisahkan jari - jariku
Sampaikan di
generasi belakang, pesankan pada anak menjadi hina
Yang berjanji,
yang tidak menepati
Demikianlah
ikrarku di hadapan Tuan
Semoga Tuan
menerimanya
Karena Allah
Ta’ala ! Amin.
Video Angngaru Mahasiswa Sastra Daerah Bugis-Makassar
Video Angngaru Mahasiswa Sastra Daerah Bugis-Makassar

Tidak ada komentar:
Posting Komentar