anti copas

Rabu, 18 Desember 2013

Aru / Angngaru





Aru’ adalah upacara pengucapan ikrar atau sumpah dimana seseorang melompat dengan keris atau badiknya dan mengucapkan sumpah setia kepada pemimpinnya.
Pada masa kerajaan, Aru biasa dipersembahkan kepada raja, atau dari pemimpin pasukan kepada panglimanya, dari bangsawan kepada rajanya. Aru biasa juga dipersembahkan dihadapan pemimpin tamu atau raja / karaeng yang datang sebagai raja atau pemimpin sahabat atau pemimpin / raja yang lebih tinggi kedudukannya. Orang yang melakukan Aru disebut Angngaru’ (dibaca : ang - nga - ru’) berarti bersumpah, berikrar, menyatakan kesetiaan.

Teks Aru/Angngaru


Karaengku ! Kipamopporammak jaidudu karaeng !

ri dallekang lakbirina, ri empoang matinggina ;

ri sakri karatuanna, satuli-tuli kanangku karaeng ;

panngainna laherekku, pappattojenna batengku ;

beranjak kunipatekbak, pangkuluk kunisoeang ;

Ikatte anging karaeng, na ikambe lekok kayu ;



Ikatte jeknek karaeng, na ikambe batang mammanyuk ;

Ikatte jarung karaeng, na ikambe bannang panjaik.

Irikko anging, na marunang lekok kayu ;

Solongkok jeknek, namammanyuk batang kayu ;

tekleko jarung, namminawang bannang panjaik;

makkanamaki mae, na ikambe manggaukang.

Mannyakbuk mamakik mae, na ikamba mappajarik ;

punna sallang takammaya, aruku ri dallekanta ;

pangka jerakku, tinraki bate onjokku ;

pinra arengku, piassalak jari-jariku.

Pauangi ri anak riboko, pasangi ri anak tanjari ;

tumakkanaya, na taenna napparukpa ;

sikammaji anne aruku ri dallekanta karaeng ;

dasi na dasi nanitarima paknganroku ;

Karena Allah Ta’ala ! Amin,



Artinya :

Karaengku ! (Sebutan untuk Raja / Pemimpin)

Maafkan hamba di depan kemulian tuan, yang tinggi dan agung

Inilah yang sebenarnya ucapanku, Karaeng ;

Apa yang diinginkan lahiriahku, yang diyakini hatiku.

Parang yang kupakai menebas, Senjata yang kupakai mengayung.

Engkaulah angin dan kami adalah dedaunan kayu,

Engkaulah air, dan kami batang yang hanyut

Engkaulah jarum, dan kami benang yang dipakai menjahit.

Bergeraklah angin dan kami akan mengikutimu.

Mengalirlah air, dan kami akan mengikutimu

Masukkanlah jarum, dan kami akan mengikutimu.

Memerintahlah Karaeng, dan kami akan mengerjakannya

Menyebutlah Karaeng, biarkan kami yang menentukannya.

Jika kelak dikemudian hari, jika kusalahi ikrarku dihadapan Tuan

Bongkar kuburanku, jangan lihat bekas kakiku

Ubah namaku, pisahkan jari - jariku

Sampaikan di generasi belakang, pesankan pada anak menjadi hina

Yang berjanji, yang tidak menepati

Demikianlah ikrarku di hadapan Tuan

Semoga Tuan menerimanya

Karena Allah Ta’ala ! Amin.

Video Angngaru Mahasiswa Sastra Daerah Bugis-Makassar
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar